Amanda Manopo Merasa Kurang Cantik Jadi Putri Duyung di Sinetron MIL

Written by on 26/06/2016 | Twitter Email
Amanda Manopo di Mermaid in LoveAmanda Manopo di Mermaid in Love / Twitter

Advertisements

Dipuji banyak orang karena aktingnya sebagai putri duyung bernama Ariel di sinetron Mermaid in Love (MIL) SCTV dinilai luar biasa, Amanda Manopo malah mengaku awalnya tidak percara diri untuk berperan sebagai putri duyung. Amanda tidak percaya diri karena menilai dirinya kurang anggun untuk memerankan putri duyung.

“Duyung itu digambarkan sebagai cewek cantik, tapi aku enggak bisa menjadi cewek cantik. Aslinya aku, ya begini. Suka gelagapan, tomboi,” ungkap Amanda, dikutip dari Tabloidbintang.com, Minggu, 26 Juni 2016.

Selain itu, Amanda juga merasa postur dan bentuk tubuhnya kurang ideal sebagai putri duyung. “Apalagi putri duyung sekarang beda dari putri duyung dulu. Dulu bajunya panjang dan pakai pakaian dalam warna putih. Sekarang hanya kemben,” ujarnya.

Berakting menjadi putri duyung, kata Amanda, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sudah menjadi hal yang biasa bagi Amanda ketika dirinya harus berendam di air hingga berjam-jam lamanya demi perannya sebagai putri duyung. Meski begitu, Amanda mencoba untuk selalu semangat menjalani aktivitas syuting sinetron MIL.

“Agak capek saja menjadi putri duyung. Aku direndam di air paling lama 24 jam, seharian. Benar. Ya, mau bagaimana lagi. Walaupun kulit keriput dan badan capek, aku tetap harus bersemangat,” lanjutnya.

Advertisements

Saking semangatnya menjalani syuting yang kadang hingga lupa waktu, sakit maag yang diderita Amanda pernah kambuh di lokasi syuting. “Di episode-episode awal penyakit maag kambuh akibat jarang makan dan kecapekan, jadilah aku sempat dirawat di rumah sakit,” cerita Amanda.

Sebagai seorang artis yang baik dan juga profesional, Amanda bertekat untuk selalu memberikan yang terbaik untuk sinetron Mermaid in Love. Dia berujar, ketika dirinya menerima tawaran untuk bermain di sinetron MIL, saat itu juga dia sudah siap dengan segala risikonya.

“Mau bagaimana lagi. Ini bagian dari risiko. Kalau aku enggak mau, kenapa aku memilih sinetron ini. Lagi pula dari pertama aku memang mau dan sudah siap dengan segala risikonya,” pungkasnya.

Advertisements

loading...

Berikan Komentar

Back to top ↑