Aris Idol, dari Pengamen Jadi Juara Indonesian Idol 5 lalu Ngamen Lagi

Written by on 23/11/2014 | Twitter Email
Aris IdolAris Idol / Twitter

Advertisements

Mendengar nama Januarisman Runtuwene mungkin anda akan mengernyitkan dahi kebingungan berfikir siapakah orang tersebut, namun bila nama Aris idol yang disebut anda tentu akan langsung ingat pada sosok fenomenal pemenang ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ke-5 tahun 2008 silam  itu.

Setelah terkanal dan menjadi penyanyi pujaan para penikmat musik tanah air, Aries rupanya lalai untuk menjaga attitude-nya. Tahun 2009 dia berkonflik dengan sang istri Rosillia Octo Fany yang saat itu menuduh Aries telah berselingkuh.

Keduanya pun sempat akan bercerai, namun Aries dan Fany memilih rujuk kembali demi anak mereka, Mocalist Rasya Fatiruwllah. “Dulu mau cerai 2009. Lalu aku memperbaiki hubungan sekitar tiga tahun, baru 2013 akhirnya baikan. Banyak banget perjuangan dan pengorbanan,” ujarnya, dikutip dari detik.com, Minggu (23/11/2014).

Aries mengakui, saat itu memang tidak siap mental mendapati dirinya yang mendadak terkenal. Seperti diketahui, sebelum menjuarai ajang Indonesian Idol, Aris adalah pengamen di kereta listrik Jabotabek dan Terminal Kampung Melayu.

“Aku memang banyak kesalahan saat itu. Gimana ya? Dari jalanan bisa sampai ke televisi, aku kaget juga dan sebenarnya nggak siap secara mental,” sesalnya.

Tahun 2010, Aris meluncurkan album perdananya berjudul ‘Ajari Aku’, sayang dampak dari konfliknya dengan sang istri setahun sebelumnya ternyata masih berimbas pada penjualan album tersebut. Para penggemar Aris yang sudah kehilangan respek terhadap idolanya enggan untuk membeli album tersebut dan membuat album ‘Ajari Aku’ gagal di pasaran.

Advertisements

Sejak albumnya gagal dan panggilan manggung semakin sepi, Aris yang punya tanggung jawab menghidupi anak dan istrinya memilih untuk kembali ke jalanan lagi menekuni profesi lamanya sebegai seorang pengamen jalanan.

Aris mengatakan, banyak orang yang bertanya kepada dirinya kenapa harus turun ke jalan lagi setelah berhasil menapaki puncak kesuksesan. Aris pun menjelaskan, bahwa tak selamanya manusia berada di atas, kadang juga bisa di bawah.

“Banyak juga yang bertanya-tanya kenapa aku ngamen lagi, ya aku jelasin saja nggak selamanya kita ada di atas,” tutupnya.

Advertisements

loading...

Berikan Komentar

Back to top ↑