Bella Shofie Sakit Hati dan Hancur Disebut Jadi Simpanan Udar Pristono

Written by on Nov 21, 2014 - Twitter Email
Penyanyi Dangdut Seksi Bella ShofieBella Shofie / Maxim

Advertisements

Beberapa waktu lalu, apartemen yang ditinggali penyanyi dangdut Bella Shofie disegel oleh petugas Kejaksaan Agung, apartemen yang berlokasi di Kuningan itu dikabarkan bermasalah karena terkait kasus korupsi pengadaan busway dengan tersangka Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI.

Penyegelan apartemen itu membuat Bella Shofie diterpa isu tidak sedap, wanita kelahiran 5 Februari 1992 itu disebut-sebut sebagai pacar atau istri simpanan Udar Pristono. Bella dengan tegas membantah kabar tersebut, dia mengaku sakit hati akibat ulah orang tak bertanggung jawab yang menyebarkan fitnah itu.

“Berita di luar sana ada kabar bahwa saya itu pacarnya Pak Udar. Bahkan simpanannya Pak Udar. Itu membuat saya sakit banget, dan saya marah di sini. Hati saya sakit dan hancur. Saya sudah rugi secara material, nama baik saya hancur dan tercoreng, itu harus saya klarifikasi,” katanya, dilansir Tribun News, Jumat (21/11/2014).

Bella Shofie menerangkan, apartemennya yang disegel itu adalah milik dari kakak Udar Pristono, sementara Bella menyewa apartemen itu dengan harga sewa 360 juta per tahun. Dia meyakinkan bahwa dirinya memiliki bukti surat perjanjian sewa apartemennya, sehingga tidak benar bila ada yang bilang apartemen itu pemberian Udar Pristono.

Advertisements

“Terkait masalah apartemen yang aku sewa, pemiliknya itu kakaknya bapak Udar Pristono yang terlibat kasus busway atau apa itu, Saya sewa kok, ada buktinya. Itu sewanya kalau dirupiahkan sekitar 360 juta per tahun” terangnya.

Pelantun lagu dangdut berjudul ‘Mungkin Dia Lelah‘ itu mengatakan, dirinya menghuni apartemen tersebut bersama adiknya. Adapun untuk surat-surat perjanjian sewa atas nama adiknya itu, sehingga ketika terjadi penyegelan beberapa waktu lalu, pihak kejaksaan meminta KTP dari adik Bella.

“Aku tinggal di situ bersama adik. Tapi surat nyewa apartemen itu yang ngurus adik saya. itu waktu mau disita sama Kejaksaan Agung, mereka minta KTP adik saya. harusnya adik saya yang dipanggill, bukan saya,” pungkasnya.

Advertisements

loading...

Berikan Komentar

Back to top ↑