Indra Birowo “Dadang” Dunia Terbalik RCTI Bingung Sinetronnya Sukses

Written by on 20/01/2017 | Twitter Email
Indra Birowo "Dadang" Dunia Terbalik RCTIIndra Birowo “Dadang” Dunia Terbalik RCTI / Okezone.com

Advertisements

Sinetron Dunia Terbalik RCTI belakangan ini menjadi tayangan favorit baru pemirsa TV tanah air. Hal tersebut terlihat nyata dari performa rating Dunia Terbalik yang kosisten berada di puncak sejak tayang perdana pada 5 Januari 2017 silam.

Bermain di sinetron yang digandrungi masyarakat, banyak pemain Dunia Terbalik yang mengaku kaget. Setelah beberapa hari lalu, Sutan Simatupang, sang pemeran Aceng, mengaku kaget atas kesuksesan Dunia Terbalik, baru-baru ini giliran Indra Birowo mengungkapkan hal serupa.

“Saya juga cukup kaget (Dunia Terbalik sukses besar), saya belum pernah main sinetron serial gini. Eh, sempat deh (main sinetron lain), pertama-tama dapat yang share-nya tinggi, cuma enggak setinggi ini dan selama ini,” ungkap Indra, dikutip dari Okezone.com, Jumat, 20 Januari 2017.

Tak hanya kaget, Indra juga merasa bingung dengan sambutan luar biasa masyarakat pada sinetron Dunia Terbalik. Indra pun semakin bingung ketika mengetahui rating Dunia Terbalik episode 13 Januari 2017 tetap tertinggi, padahal bertepatan dengan acara debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

“Saya juga bingung kenapa bisa begitu, soalnya mungkin karena ada perubahan (warna baru) juga ya. Jadi ya itu dia, gue bingung kenapa bisa segitu. Kemarin juga ada debat cagub tapi kita ratingnya tetap tinggi, bingung juga,” ujarnya.

Advertisements

Kelebihan Dunia Terbalik dibanding sinetron lain, menurut Indra, adalah kesabaran tim produksi dalam melakukan proses syuting. “Menurut saya, sih, si pembuatnya cukup sabar, dia tidak menggunakan asas buru-buru. Mereka memang mikirin adegan yang bersahaja, flow yang tidak grasak grusuk, terus tidak buru-buru,” katanya.

Indra melanjutkan, selain faktor kesabaran, hal lain yang membuat Dunia Terbalik begitu berbeda adalah ketelitian sutradara dan timnya dalam menyatukan karakter-karakter unik di sinetron tersebut.

“Mereka buatnya kayaknya mikirin bahwa si A harus begini begitu, background-nya juga jelas, dan setiap karakter tuh begitu. Jadi, ketika di-combine berjalannya serasi,” tutup pemeran tokoh nyentrik bernama Dadang itu.

Advertisements

loading...

Berikan Komentar

Back to top ↑