Jadi Korban KDRT, Tessa Kaunang Gugat Cerai Suaminya Sandy Tumiwa

Written by on Agu 20, 2014 - Twitter Email
Tessa Kaunang Sandy Tumiwa dan IbunyaTessa Kaunang Sandy Tumiwa dan Ibunya / suara.com

Advertisements

Setelah sempat beberapa kali membantah bahwa rumah tangganya sedang dalam prahara, Tessa Kaunang baru-baru ini dikabarkan sudah menggugat cerai sang suami Sandy Tumiwa, kabar yang beredar Tessa menggugat cerai karena Sandy melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ketika dimintai konfirmasinya akan kabar gugatan cerainya terhadap Sandy dan juga perihal KDRT yang menimpa dirinya, Tessa membenarkan perihal KDRT tersebut namun soal gugatan cerainya Tessa masih enggan mengakui kalau gugatan cerai terhadap sandy telah dia layangkan ke pengadilan.

“Yah, itu mah sudah lama (kejadiannya). Intinya kalau saya sudah melakukan hal itu (cerai), berarti saya sudah punya kesepakatan untuk itu,” kata Tessa Kaunang saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2014).

Gugatan Cerai Tessa kaunang kepada Sandy Tumiwa dikonfirmasi oleh Matheius Samiadji SH, MH, selaku Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurut Matheius Tessa resmi melayangkan gugatan cerai pada tanggal 16 Juli 2014 dengan nomer register 408/Pdt.g/2014/PN.JKT.Sel.

“Yang bersangkutan (Tessa) benar mengajukan gugatan ditujukan kepada Shandy Tumiwa, jadi itu pendaftaran gugatan perceraiannya, melalui kuasanya Elsa Syarief telah mendaftarkan gugatan (perceraian),” ungkap Matheius saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2014).

Putri dari musisi Arthur Kaunang ini mengaku sudah berkonsultasi kepada keluarga besarnya tentang permasalahan yang dihadapi rumah tangganya bersama Sandy Tumiwa. Tessa menegaskan bila dia sampai bercerai berarti hal tersebut adalah puncak dari masalah rumah tangganya.

Advertisements

“Sudah (bicara dengan keluarga). Kalau ke depannya terjadi hal-hal itulah ya, ya semua sudah melalui proses. Ya kita lihat nanti, kalau terjadi memang sudah puncak dari semuanya,” jelasnyaseperti dilansir dari Liputan6, Rabu (20/8/2014).

Wanita kelahiran 5 November 1976 ini menyatakan telah siap dan memikirkan segala konsekuensinya bila dirinya bercerai dengan suaminya, termasuk masalah hak asuh anak-anaknya.

“Semua sudah dipikirkan, berunding sama banyak pihak. Memang ini nggak baik untuk anak-anak saya, tapi untuk saat ini, menurut keluarga juga inilah yang terbaik jalannya,” pungkasnya.

Advertisements

loading...

Berikan Komentar

Back to top ↑