Sinetron Anak Jalanan RCTI Diperingatkan KPI Terkait Adegan Kekerasan

Written by on Nov 25, 2015 - Twitter Email
Pemain Sinetron Anak Jalanan RCTIPemain Sinetron Anak Jalanan RCTI / Twitter

Advertisements

Meski berhasil merajai rating televisi tanah air dalam beberapa minggu belakangan, Sinetron Anak Jalanan (AJ) RCTI boleh dibilang rawan terkena sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sejak pertama kali tayang, 12 Oktober 2015. Secara konsep dan juga beberapa adegan yang sudah tayang, unsur kekerasan sangat kental ada di sinetron yang dibintangi Stefan William dan Natasha Wilona itu.

Dengan alasan di atas, rasanya tidak begitu mengagetkan bila peringatan KPI yang “ditunggu-tunggu” pun akhirnya datang. Selasa, 24 November 2015, melalui surat bernomor 1726/K/KPI/11/15, KPI memberitahukan bahwa sinetron Anak Jalanan resmi diberikan peringatan. Salah satu episode sinetron AJ yang tayang pada Rabu, 11 November 2015, pukul 20.04 WIB, dinilai KPI telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS).

“Program Siaran “Anak Jalanan” yang ditayangkan oleh stasiun RCTI pada tanggal 11 November 2015 pukul 20.04 WIB, tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan remaja, pelarangan adegan kekerasan,” demikian tertulis dalam surat peringatan KPI, dikutip dari situs resmi KPI, kpi.go.id, Rabu, 25 November 2015.

KPI menyebut adegan kekerasan seperti perkelahian di sinetron AJ sudah melebihi batas kewajaran yang dikhawatirkan akan berdampak buruk pada pemirsanya. Selain perkelahian, adegan balap motor dalam sinetron AJ juga dinilai KPI berbahaya bila ditiru oleh para penonton sinetron AJ, khususnya para remaja.

Advertisements

“Program tersebut menayangkan adegan kekerasan secara intens dan eksplisit. Seorang pria memukul dan menendang pria lain hingga terlempar. Selain itu juga kerap menampilkan adegan balap motor. Tayangan dengan muatan tersebut sangat berbahaya untuk ditampilkan karena berpotensi ditiru khalayak yang menonton terutama oleh remaja,” lanjut surat peringatan tersebut.

KPI meminta pihak SinemArt, selaku rumah produksi yang memproduksi sinetron AJ, dan juga pihak RCTI, selaku stasiun televisi yang menayangkan sinetron AJ, untuk melakukan evaluasi terhadap sinetron AJ. Konten tayangan yang memberi efek buruk bagi para remaja diharapkan bisa diminimalisir dalam episode-episode sinetron AJ ke depan.

“KPI Pusat memutuskan memberikan peringatan agar saudara melakukan evaluasi internal atas program ini. Muatan-muatan yang tidak sesuai dengan gaya penceritaan dan tampilan yang tidak sesuai dengan perkembangan psikologis remaja wajib diminimalisir,” tutup peringatan tersebut.

Advertisements

loading...

Berikan Komentar

Back to top ↑