Angga Yunanda ‘Mermaid in Love’ Cowok Cerdas, Cita-citanya Jadi Dokter

Written by on Jun 26, 2016 - Twitter Email
Angga YunandaAngga Yunanda / Instagram

Advertisements

Dalam beberapa kesempetan wawancara dengan awak media, aktor tampan pemain sinetron Mermaid in Love (MIL) SCTV yang sedang ngehits, Angga Yunanda, punya kebiasaan menunduk atau enggan menatap lawan bicaranya.

Angga mengaku sadar atas kebiasaannya tersebut, bahkan dia menyebut dirinya memang pemalu sejak SD. “Dari zaman SD aku pemalu, selalu menunduk, pendiam sekali. Sekarang sudah lebih baik meskipun masih pendiam dan pemalu,” kata Angga, dikutip dari Tabloidbintang.com, Minggu, 26 Juni 2016.

Ketika beranjak dewasa, Angga sudah mulai bisa mengurangi sifat pemalunya dengan berbagai macam cara. “Aku mulai berani berbicara dan menatap wajah orang ketika mulai SMP, sudah mulai ikut les, mulai ikut lomba sekolah,” cerita Angga.

Terlahir sebagai anak yang pemalu, apakah Angga di sekolah bisa berprestasi? Diwartakan Tabloidbintang.com, Minggu, 26 Juni 2016, Angga ternyata adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya. Pada semester lalu, saat belum membintangi sinetron MIL, Angga mendapatkan peringkat 1 di kelasnya.

Angga sangat bersyukur, sekolahnya mendukung serta memberikan izin pada Angga untuk meniti karir sebagai artis di Ibu Kota. “Sekolah memberiku izin untuk menjadi artis di Jakarta, tapi aku tetap mengerjakan tugas dan mengerjakan ulangan,” terangnya.

Advertisements

Lama tidak bisa masuk sekolah, tak berarti Angga ketinggalan pelajaran atau tidak bisa mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Berkat bantuan teknologi, Angga selalu bisa mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas sekolahnya, sama seperti teman-temannya.

“Aku tetap mengirim tugas dan mengerjakan ulangan via e-mail. Aku tipe siswa yang bisa menerima cepat pelajaran, jadi kalau istirahat syuting, aku membaca buku,” lanjutnya.

Ditanya soal cita-cita, Angga mengaku punya mimpi ingin jadi dokter saat besar nanti. Hanya saja, dia masih bingung dokter spesilis apa yang jadi pilihannya kelak. “Mau menjadi dokter umum dulu, belum terpikir mengambil spesialis apa,” pungkasnya.

Advertisements

Related Post

Berikan Komentar

Back to top ↑