‘Asal Kau Bahagia’ Armada Plagiat Lagu F4 Soundtrack Meteor Garden?

Oleh: - 29 Mei 2017  |

Instagram

Band Armada
Band Armada (Instagram)

Lagu berjudul Asal Kau Bahagia milik band Armada belakangan ini booming di masyarakat. Hampir semua orang mengetahui atau bahkan hafal lirik lagu tersebut. Sayang, kesuksesan lagu Asal Kau Bahagia turut diikuti kabar miring bahwa lagu itu plagiat.

Band Armada disebut-sebut telah menjiplak lagu Liu Xing Yu milik Boyband F4 yang juga dijadikan soundtrack drama Taiwan Meteor Garden season 2. Rizal, vokalis Armada, mengaku tahu lagu miliknya digosipkan menjiplak F4.

“Iya, ada beberapa bagian khususnya di refrain yang mirip dengan lagu F4. Sempat kami bingung, ini akan menjadi masalah enggak, ya? Terus terang selama menggarap lagu ini kami tidak memikirkan apa pun,” ungkap Rizal seperti dikutip dari Tabloidbintang.com, Senin, 29 Mei 2017.

Baca juga:

Rizal sendiri tak membantah bahwa dirinya pernah menonton Meteor Garden ketika drama tersebut beken di tanah air pada tahun 2000an silam. “Ketika Meteor Garden meledak di layar kaca, enggak mungkin kami enggak menontonnya. Pasti menonton meski hanya satu dua episode,” ujarnya.

Sementara itu, Andit sang drummer menegaskan bahwa tidak ada kesengajaan pada kemiripan lagu Asal Kau bahagia dan Liu Xing Yu. “Kami bukan pencinta Meteor Garden banget. Lagu itu muncul di season kedua. Sementara yang kami saksikan Meteor Garden season pertama,” kata Andit.

Andit menuturkan, para personil Armada sempat melakukan diskusi dengan pihak manajemen dan VMC Music Indonesia, label yang menaungi mereka. “Setelah komentar mirip lagu F4 itu menggema di dunia maya, kami berdiskusi dengan manajemen dan perusahaan rekaman,” lanjutnya.

Setelah dilakukan diskusi dengan membandingkan lagu Asal Kau Bahagia dan Liu Xing Yu, diketahui bahwa kemiripan antara dua lagu tersebut hanya dua bar. Lantaran batas minimal lagu dikatakan plagiat bila sudah menyentuh 8 bar, Armada pun santai menyikapi tuduhan plagiat.

“Setelah kami menghitung, yang mirip hanya dua bar. Batasnya kan delapan bar. Secara hukum, kami tidak melanggar kode etik. Kami santai saja,” pungkasnya.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan