Cindy Fatika Sari Menangis Karena Tengku Syaira Anataya, Kenapa Ya?

Oleh: - 3 Oktober 2017  |

Instagram

Tengku Syaira, Cindy Fatika, dan Tengku Firmansyah
Tengku Syaira, Cindy Fatika, dan Tengku Firmansyah (Instagram)

Mungkin tidak banyak yang tahu pasangan artis 90an Tengku Firmansyah dan Cindy Fatika Sari telah punya anak gadis yang kini beranjak dewasa. Adalah Tengku Syaira Anataya, anak pertama Tengku dan Cindy yang kini tengah mengikuti jejak kedua orangtuanya dengan bermain sinetron Tukang Ojek Pengkolan RCTI.

Punya anak gadis remaja, Cindy tidak kesulitan dalam mendidik dan mengawasinya. Cindy menyebut dirinya adalah tipe ibu yang moderat. “Aku enggak berlebihan mengatur Chacha. Aku masih memberi kebebasan selama yang dilakukan dia hal yang positif,” kata Cindy, dikutip dari Tabloidbintang.com, Minggu, 2 Oktober 2017.

Namun begitu, Cindy menyebut Firman berbeda dengan dirinya dalam hal mendidik dan mengawasi sang putri. Firman, kata Cindy, lebih protektif pada Syaira karena dia adalah anak perempuan. “Firman lebih takut karena mungkin Chacha anak perempuan,” terang Cindy.

Baca juga:

Meski memberikan kebebasan pada sang putri, Cindy tetap bisa merasa tenang. Pasalnya, dirinya selama ini telah memberikan bekal ilmu agama yang cukup pada Syaira. “Menguatkan secara agama buatku lebih penting dibanding melarang macam-macam,” tegasnya.

Salah satu ilmu agama yang diajarkan Cindy pada putrinya adalah kewajiban menutup aurat bagi seorang muslimah. Hasilnya, dalam usia yang relatif muda, Syaira kini sudah mendapatkan hidayah untuk menutup auratnya dengan hijab.

“Ketika Chacha berhijab, aku enggak memaksa sebenarnya. Aku santai saja, cuma aku kasih tahu kalau wanita Muslim disarankan memakai hijab. Ternyata saat masih berusia 15 tahun dia yakin untuk berhijab,” lanjutnya.

Mendapati sang putri sudah menemukan kemantapan hati untuk memakai jilbab sejak usia 15 tahun, Cindy sebagai ibu menangis. Cindy menangis karena teringat dirinya saat masih berusia sama dengan Syaira sekarang yang telah mengenakan hijab.

“Saya sempat menangis, bayangkan saja, waktu seusia anak saya dulu, saya masih enggak terpikir soal urusan selain duniawi,” pungkasnya.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan