Dicampakkan Ibu, Haruka Nakagawa Ingin Jadi Inspirasi Anak Yatim

Oleh: - 22 Mei 2019  |

Instagram

Haruka Nakagawa dan Ayahnya
Haruka Nakagawa dan Ayahnya (Instagram)

Mantan member idol group JKT48 Haruka Nakagawa ditinggal pergi sang kakak untuk selama-lamanya pada Mei 2019 silam. Haruka pastinya merasa sangat kehilangan atas kepergian sang kakak tercinta yang telah menaminya sejak kecil.

Seperti diketahui bersama, wanita kelahiran Tokyo, 10 Februari 1992 itu sejak kecil tinggal bersama kakak dan adiknya di panti asuhan. Haruka terpaksa tinggal di pantu asuhan karena orangtuanya bercerai dan nenek yang mengasuhnya sering sakit-sakitan.

Setelah bercerai, tanggung jawab anak sebenarnya jatuh ke ayah Haruka. Namun sang ayah sibuk bekerja sehingga Haruka sangat jarang bertemu dan tak bisa tinggal dengannya. Sedangkan ibunya tak pernah menemui Haruka lagi usai bercerai.

Baca juga:

Ditemui di Studio Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 20 Mei 2019, Haruka mengaku dirinya masih menyimpan harapan untuk bisa bertemu ibunya pada suatu hari nanti. Haruka ingin merasakan kasih sayang ibu, sama seperti orang-orang “normal” lain.

“Bukan pengin ketemu ibu doang sih. Karena di dunia ini tuh banyak yang perasaannya kayak aku. Pengin punya ibu atau pengin punya bapak atau gimana gitu,” ungkap Haruka seperti dikutip dari Tabloidbintang.com, Rabu, 22 Mei 2019.

Namun begitu, Haruka ingin kisah hidupnya yang selama ini bisa tetap bahagia dan terbilang sukses tanpa kehadiran sosok ibu bisa menginspirasi banyak orang. Haruka ingin jadi penyemangat orang-orang yang senasib dengannya.

“Aku penginnya kalau aku bilang kayak gini, orang-orang yang sama kayak aku, lebih semangat gitu. ‘Oh Haruka aja bisa tuh sampai sekarang jadi artis terus bisa semangat di depan TV. Jadi aku tuh pengin semangati mereka juga gitu,” katanya.

Haruka Nakagawa Anak Panti Asuhan
Haruka Nakagawa Anak Panti Asuhan

Lebih lanjut Haruka memberikan contoh anak-anak di panti asuhan. Haruka ingin anak-anak di panti asuhan tidak mengasihani diri sendiri atau larut dalam kesedihan karena ditinggal pergi orangtuanya. Bagi Haruka, anak panti saat dewasa harus bisa bahagia seperti dirinya.

“Anak panti asuhan tuh, mereka kadang suka mikir kayak ‘aduh aku kasihan nih’. Tapi jangan pikir kasihan gitu. Maksudnya semua orang pasti dapat yang rendah juga gitu. Mungkin kita rendahnya pas kecil kalau pas gede harus bahagia gitu,” pungkasnya.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan