Ki Kusumo Duel dengan 7 Pengendara Motor, Apakah Cuma Settingan?

Written by on Agu 20, 2015 -

Intstagram LinkInstagram

Ki KusumoKi Kusumo / Tempo

Paranormal kondang Ki Kusumo kembali menjadi pemberitaan di beberapa media. Pria yang beberapa waktu lalu berseteru dengan pesulap Demian Aditya itu kali ini mengaku telah menjadi korban pengeroyokan tujuh orang pengendara motor di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu, 16 Agustus 2015.

Merasa telah menjadi korban modus kejahatan jalanan, Ki Kusumo akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Rabu, 19 Agustus 2015. “Saya yakin ini modus kejahatan, soalnya gerombolan motor itu mendadak nyuruh saya menepikan mobil yang saya kendarai,” ujarnya, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 20, Agustus 2015.

Ki Kusumo menjelaskan, pada awalnya dia berkendara menggunakan mobil seperti biasa, lalu tiba-tiba ada segerombolan pengendara motor yang menghadang mobilnya. Setelah Ki Kusumo berhenti, mereka meminta ganti rugi kepada Ki Kusumo yang mereka tuduh telah menyerempet salah satu dari motor mereka.

“Salah satu dari gerombolan itu menyebut dengan berteriak motornya baret karena keserempet mobil saya. Terus dia minta ganti rugi sebesar Rp 10 juta. Baret doang masa minta ganti Rp 10 juta,” terangnya.

Menariknya, ketika kasus ini mulai mencuat, juga beredar sebuah video di situs Youtube yang menunjukan kronologi peristiwa tersebut. Dalam video tersebut, terlihat Ki Kusumo sempat beradu pukul dengan para pengeroyoknya dan berhasil menjungkalkan 5 di antaranya, bak adegan perkelahian di film-film laga.

Tak sedikit yang menduga apa yang terjadi pada Ki Kusumo kali ini hanyalah gimmick atau settingan belaka. Namun melihat laporannya ke Polisi adalah betulan, dugaan tersebut agak kurang kuat. Ki Kusumo berujar bahwa laporannya ke polisi agar orang lain tidak mengalami apa yang sama dengan yang dia alami.

“Makanya saya melapor agar ada laporan soal modus ini. Apalagi ini ada videonya dan pelat nomor para pelaku terlihat. Jadi polisi bisa mencari tahu para pelakunya,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply

Back to top ↑