KPI Komentari Chandra Nandini, Pardes, Kavach, dan Mutya ANTV

Oleh: - 18 Januari 2018  |

Intstagram LinkInstagram

Pardes ANTV
Pardes ANTV

Selasa, 16 Januari 2018, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggelar evaluasi tahunan lembaga penyiaran untuk PT Cakrawala Andalas atau ANTV di kantor Pusat KPI, Jl. Gajah Mada No. 8, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam evaluasinya, ANTV diminta untuk tidak terlalu berlebihan menayangkan serial impor dari luar negeri seperti India, Turki, atau Filipina. KPI mengapresiasi langkah ANTV dalam beberapa bulan belakangan yang mulai menayangkan program atau sinetron lokal.

“Pasca sanksi yang diberikan terkait siaran asing, ANTV telah melakukan upaya pengurangan program asing dengan menampilkan sinetron-sinetron produksi dalam negeri,” ungkap Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah, dikutip dari web resmi KPI, Kamis, 18 Januari 2018.

Baca juga:

Sayangnya, KPI belakangan ini mendapati ANTV kembali mengulangi kebiasaan lama mereka dengan mulai menayangkan sederet drama impor dari luar negeri seperti Chandra Nandini, Kavach, Mutya, dan Pardes yang akan segera tayang.

Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah
Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah (kpi.go.id)

“Namun satu bulan terakhir kembali memunculkan beberapa program asing seperti Chandra Nandini, Kavach, Mutya dan yang akan tayang, Pardes,” lanjut Nuning.

KPI meminta ANTV untuk lebih bijak lagi dengan tidak menayangkan program asing lebih dari 30 persen dari total seluruh tayangan. Menurut Nuning, program atau serial impor yang terlalu mendominasi tidak sesuai dengan arah penyiaran yang diamanahkan UU Penyiaran tahun 2002.

“Maka kami berharap ANTV bisa membatasi dan tetap memberi ruang yang lebih untuk program produksi Indonesia,” ujarnya.

Dewi Setyarini yang juga Komisioner KPI Pusat pun melontarkan pernyataan senada. Dewi sadar bahwa pamor dan rating program asing saat ini kembali naik daun, namun dia khawarit nilai-nilai negatif terkandung dalam tayangan-tayangan asing tersebut.

“Memang rating program asing sedang naik daun, tapi saya khawatir jika isinya tidak memuat hal-hal yang positif ini akan berakibat tidak baik bagi penonton. Kita harus menghindari hal-hal yang tidak sesuai dan bernilai negatif tersebut,” kata Dewi.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan