KPI Sebut Lea Ciarachel di Sinetron Zahra Indosiar Akan Diganti

Oleh: - 2 Juni 2021  |

Instagram

Panji Saputra dan Lea Ciarachel di Zahra
Panji Saputra dan Lea Ciarachel di Zahra (Youtube)

Belum lama tayang, sinetron Zahra Indosiar sudah menuai kontroversi di masyarakat. Zahra yang disebut-sebut sebagai remake sinetron lawas Inayah (2009) itu dinilai tidak layak tayang karena suguhkan kisah pernikahan anak di bawah umur.

Dalam sinetron tersebut memang diceritakan sang tokoh utama Zahra (Lea Ciarachel Fourneaux) yang masih duduk di bangku SMA terpaksa menikah dengan Tirta (Panji Saputra), ayah dari Alsyad (Bryan Andrew), laki-laki yang sempat dekat dengannya.

Sebelum menikahi Zahra, Tirta diceritakan sudah memiliki dua orang istri. Dengan kata lain Zahra yang masih belia itu harus menjalani kehidupan poligami. Zahra pun harus berbagi cinta dengan Ratu (Zora Vidyanata) dan Putri (Metta Permadi), istri-sitri Pak Tirta yang lain.

Baca juga:

Selain jalan cerita yang dianggap terlalu “brutal”, sinetron Zahra menuai kontroversi karena Lea Ciarachel sang bintang utama diketahui baru berusia 15 tahun. Lea merupakan aktris kelahiran 5 Oktober 2006 silam, sementara Panji lawan mainnya berusia 39 tahun.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun akhirnya turut bertindak atas kehebohan sinetron Zahra Indosiar. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo mengaku telah memanggil pihak Indosiar terkait viralnya sinetron Zahra.

Sinetron Zahra di Indosiar
Sinetron Zahra di Indosiar (Youtube)

Mulyo menyebut Indosiar bakal mengganti Lea Ciarachel dengan aktris lain. “KPI baru saja meminta keterangan dari pihak Indosiar. Pihak Indosiar mengatakan akan mengganti peran Zahra untuk tiga episode berikutnya,” Kata Mulyo, dikutip dari Kompas.com, Rabu, 2 Juni 2021.

Selain janji bakal mengganti Lea dengan aktris lain, Indosiar menurut Mulyo juga berjanji akan mengantisipasi hadirnya adegan-adegan yang dinilai tidak pantas di sinetron Zahra. Mulyo juga mengatakan undang-undang perkawinan menyebut minimal usia menikah adalah 19 tahun.

“(Indosiar berjanji bisa) Mengantisipasi kemungkinan adegan-adegan (dalam sinetron) hal yang tidak patut. Tidak patut itu kita bicara regulasi juga karena ada Undang-undang perkawinan bahwa minimal berumur 19 tahun,” terangnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Mulyo berharap Indosiar bisa segera benar-benar melaksanakan janji-janjinya, seperti segera mengganti pelakon tokoh Zahra. Mulyo menegaskan KPI bakal mengambil tindakan lebih tegas bila tidak ada perbaikan di sinetron Zahra.

“Kami sih berharap akan dilakukan mulai besok. Kami akan pastikan akan segera dilaksakan (pergantian peran). Kami akan merapatkan itu ke dalam rapat pleno dan membuat keputusan lain (jika Indosiar tak menepati janjinya),” pungkasnya.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan