Kun Anta Mendadak Santri MNCTV: Ali Fikry Gantikan Nasar Anuz

Oleh: - 30 Maret 2021  |

Instagram

Ali Fikry di Kun Anta Mendadak Santri
Ali Fikry di Kun Anta Mendadak Santri (Youtube)

Setelah sukses hadirkan Kun Anta season 1, Kun Anta musim kedua, dan Kun Anta 3, MNCTV bakal menayangkan Kun Anta Mendadak Santri. Sinetron anyar tersebut bakal jadi penghuni baru slot tayang MNCTV pukul 19.30 WIB mulai hari ini, Selasa, 30 Maret 2021.

“Ada ajaaa yang bikin ketawa di Pesantren Kun Anta. Apalagi tingkah lucu si Haikal yang bikin heboh 1 pesantren! Mau tau kehebohannya? Saksikan #KunAnta Mendadak Santri, Mulai Selasa 30 Maret, Pukul 19.30 WIB hanya di MNCTV,” tulis MNCTV di Instagram, Kamis, 25 Maret 2021.

Dalam promo yang diunggah di Instagram tersebut, terungkap beberapa aktor dan aktris yang bakal bermain di sinetron Kun Anta Mendadak Santri. Aktor tampan Rifky Balweel bakal jadi bintang utama di sinetron ini, perankan tokoh Ustaz Balwel.

Baca juga:

Sayangnya, Nasar Anuz yang pada tiga musim sinetron Kun Anta sebelumnya memerankan Haikal bakal absen di Kun Anta Mendadak Santri. Posisinya sebagai pelakon tokoh Haikal akan digantikan oleh Ali Fikry, mantan jebolan ajang Indonesia’s Got Talent 2014.

Memang tidak banyak pemain lama atau bintang-bintan asli Kun Anta yang masih turut hadir di Kun Anta Mendadak Santri. Kabar baiknya, Bobby Maulana yang selama ini identik dengan peran kocaknya sebagai Ustaz Musa tetap akan hadir di sinetron ini.

Bintang-bintang lain yang bermain di Kun Anta Mendadak Santri antara lain Jerico Gowtama sebagai Halim, Masayu Clara sebagai Ustadzah Zafa, Rully Fiss sebagai Pak RT, Arafah Rianti sebagai Yuyun, Rahmet Ababil sebagai Pengurus Pondok, dan masih banyak lagi.

Kun Anta Mendadak Santri MNCTV
Kun Anta Mendadak Santri MNCTV (Instagram)

Cerita sinetron Kun Anta Mendadak Santri sendiri bakal diawali dengan kisah Haikal yang kabur dari rumahnya kemudian menuju ke sebuah terminal. Saat berada di terminal, Haikal sempat menolong seorang wanita yang hampir saja menjadi korban copet.

Sayangnya, hal itu malah membuat Haikal dikejar oleh sekawanan geng preman di terminal. Haikal kemudian berganti baju koko marbot yang sedang digantung di terminal. Ustaz Musa yang melihat itu salah mengira Haikal sebagai santri pertukaran yang harus ia jemput.

Haikal pun terpaksa ikut Ustaz Musa ke pesantren agar dirinya selamat dari kejaran para preman terminal. Sesampainya di pesantren, Haikal mendapatkan perlakukan yang baik hingga ia berpikir pesantren tersebut adalah tempat pelarian yang terbaik.

Nahas, gempa datang meluluhlantakkan hampir 90 persen bangunan pesantren dan sekitarnya. Dari gempa tersebut hanya tersisa kandang sapi dan saung tempat menaruh pakan ternak yang bersebelahan dengan kandang. Kejadian itu membuat Haikal ingin kembali ke rumahnya.

Beruntung Ustaz Balwel berhasil meyakinkan Haikal untuk tetap tinggal. Ustaz Balwel sendiri dari awal memang yakin bahwa Haikal bisa jadi teladan yang baik untuk santri-santri lain. Apakah keyakinan Ustaz Balwel pada Haikal itu akan terbukti?

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan