Rating Dunia Terbalik RCTI Selalu Juara, Agus Kuncoro Tak Menyangka

Oleh: - 28 Maret 2017  |

Instagram

Agus Kuncoro
Agus Kuncoro (Okezone.com)

Meski sempat tergusur oleh episode-episode awal Anak Langit SCTV, sinetron Dunia Terbalik RCTI hingga sekarang masih konsisten merajai rating TV Indonesia. Di tengah kesuksesannya merajai rating, tahukah kamu bahwa sinetron itu sempat syuting di daerah terpencil untuk episode perdana?

Agus Kuncoro, pemain utama Dunia Terbalik, mengungkapkan lokasi syuting episode perdana tidak terjamah sinyal operator seluler saking terpencilnya. “Dulu awal pertama kali syuting, lokasinya tuh jauh banget sampai tidak mendapatkan sinyal,” kata Agus saat ditemui di daerah Cibubur belum lama ini.

Untuk melakukan komunikasi dengan dunia luar, waktu itu pemain dan kru sampai harus ke tempat yang agak tinggi. “Kita pun mencari sinyal dengan cara naik ke atas menggunakan mobil dan jalannya itu cuma muat satu mobil. Pokoknya bener- bener antah berantah banget lah gitu,” cerita Agus.

Baca juga:

Beruntung bagi mereka, akhirnya tim produksi memutuskan pindah syuting ke daerah Sentul lalu ke Cibubur hingga sekarang. Agus sendiri tidak menyangka sinetron yang awalnya syuting di tempat antah berantah itu kini sukses merajai rating TV.

“Terus itu cuma satu episode, terus pindah ke daerah Sentul lalu akhirnya pindah ke Cibubur. Dulunya tidak pernah terpikir sampai sejauh ini perjalanannya,” ujarnya, dikutip dari Okezone.com, Selasa, 28 Maret 2017.

Meski tak menyangka bisa sukses besar, Agus dari awal menyadari kualitas cerita yang disuguhkan Dunia Terbalik memang bagus dan layak mendapat rating nomor satu. “Dulu sih pas baca skrip emang bagus banget, emang luar biasa nih sinetron,” lanjutnya.

Pemeran tokoh Akum itu menuturkan, Dunia Terbalik sejak awal telah mengajarkan penontonnya untuk bersikap sopan dan menjaga etika. “Kita juga kan di sinetron ini membahas tentang sopan santun terhadap orang tua, etika kepada orangtua,” katanya.

Agus berharap Dunia Terbalik tetap konsisten mengajarkan nilai-nilai moral sehingga tidak sekadar jadi tontonan, tapi juga tuntunan. “Harapannya kita memberikan yang terbaik terus, karena selama kita memberikan manfaat kepada orang lain, kan juga membawa manfaat bagi diri kita,” pungkasnya.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan