Ressa Herlambang Sibuk Menulis Lagu, Salah Satunya Untuk Umi Pipik

Written by on Feb 07, 2015 - Twitter Email
Ressa HerlambangRessa Herlambang / Merdeka.com

Advertisements

Bagi anda penikmat musik era 2000an, nama Ressa Herlambang pastinya sudah tidak asing di telinga anda. Kala itu, lewat lagu Haruskah, Ressa meraih puncak kesuksesannya sebagai penyanyi. Bahkan saat itu, dia sempat dijuluki Justin Timberlake-nya Indonesia.

Namun sayang, sekarang nama Ressa tenggelam di tengah bermunculannya penyanyi-penyanyi pria baru seperti Afgan Syahreza, Petra Sihombing, atau Vidi Aldiano. Sejak album terakhirnya “The Real Me” dirilis tahun 2007 silam, Ressa juga tak kunjung meluncurkan album baru lagi.

Ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2015), Ressa bercerita bahwa saat ini dirinya sedang sibuk dengan aktivitas baru yang masih berhubungan dengan dunia tarik suara, yaitu menulis lagu. Tak tanggung-tanggung, salah satu orang yang sedang dibuatkan lagu oleh Ressa adalah Pipik Dian Irawati (Umi Pipik).

“Lagi bikin lagu buat teman-teman, buat Ummi Pipik untuk Ramadhan,” ungkap Ressa, dilansir Bintang Online, Sabtu (7/2/2015).

Advertisements

Mantan kekasih artis Nia Ramadhani itu mengatakan, lagu yang dia tulis untuk Umi Pipik adalah lagu religi. Saat ini lagu itu masih dalam proses pengerjaan. Ressa ingin lagu tersebut beda dari lagu religi kebanyakan. “Pengin bikin beda dari (lagu religi) yang lain. Masih proses pembuatan juga sih,” terangnya.

Ressa mengaku cukup dekat dengan janda mendiang Ustaz Jeffry itu. Ressa melihat sosok Umi Pipik adalah seorang kakak, mentor, sahabat yang baik. Maka dari itu, Ressa membantah dengan tegas bila disebut-sebut sedang melakukan pendekatan (PDKT) ke Umi Pipik.

“Ya enggak (pacaran) lah. Kalau ketemuan memang sering tapi sebagai kakak, mentor, sahabat. Sekarang siapa sih yang enggak mengagumi sosok Umi, terus masalah agama enggak usah ditanya lagi ya, cantik juga. Tapi untuk ke arah sana (pacaran) kayaknya enggak” pungkasnya.

Advertisements

Related Post

Berikan Komentar

Back to top ↑