Serial TV Mahabharata Cuma Dibeli Rp 50 Juta per Episode oleh ANTV

Written by on Sep 22, 2014 - Twitter Email
Serial Mahabharata ANTVSerial Mahabharata ANTV / an.tv

Advertisements

Demam Mahabharata sedang melanda negeri ini tepatnya setelah serial tersebut diputar oleh stasiun televisi ANTV pada awal tahun 2014 ini. Di negeri asalnya India, serial ini sudah selesai pada pertengahan Agustus 2014 lalu, namun di tanah air Mahabharata baru akan memasuki episode pertengahan menjelang Perang Kurukshetra.

Dengan sambutan pemirsa TV tanah air yang begitu besar hampir bisa dipastikan ANTV selaku penayang di Indonesia untung besar dari serial ini. Otis Hahaijary, Direktur Produksi ANTV membeberkan keuntungan ANTV serta harga beli dari serial TV ini per episodenya.

Otis mengungkapkan serial Mahabharata hanya dibeli ANTV dengan harga Rp 50 juta saja per episodenya dari Swastik Productions, rumah produksi asal India yang memproduksi serial kolosan Mahabharata. Adapun untuk untuk harga iklanya saat ini sudah di atas harga 30 juta per slotnya, atau bila diakumulasikan rata-rata ANTV untung Rp 300 – 400 juta untuk tiap episodenya.

Advertisements

“Iklannya antri sekarang. Per slot nya sudah di atas angka Rp 30 juta. Kebayang murahnya seperti apa. Namun keuntungan Mahabharata mencapai Rp 300 – 400 juta per episodenya,” ungkap Otis Hahaijary, dilansir dari kompas.com, Senin (22/9/2014).

Pihak ANTV mengaku tidak menduga sambutan masyarakat pada serial Mahabharata begitu besar, mengingat Mahabharata bagi masyarakat Indonesia bukan barang baru, di era 90an serial serupa pernah ditayangkan oleh stasiun tv TPI (sekarang MNC), hal tersebutlah yang membuat ANTV hanya berani membeli dengan harga murah serial ini pada Swastik Productions.

Sebagai pembanding, sinetron-sinetron papan atas Indonesia saat ini dihargai oleh stasiun TV di kisaran harga 600 – 800 juta per episodenya, maka dari itu kita sering menemui sebuah sinetron yang tiba-tiba penayangannya dihentikan oleh stasiun TV, hal itu dilakukan lantaran rating yang jeblok membuat stasiun TV merugi karena slot iklan dan rate iklan tidak sesuai target.

Advertisements

Related Post

Berikan Komentar

Back to top ↑