Sinetron 17+ Tamat di SCTV, Pindah ke Layanan Streaming Vidio

Oleh: - 12 Juli 2021  |

Instagram

Latief Sitepu di Sinetron 17+ SCTV
Latief Sitepu di Sinetron 17+ SCTV (Youtube)

Gagal maning gagal maning! Keputusan SCTV hadirkan lagi sinetron lenongan alias bergenre komedi di slot prime time mereka kembali gagal torehkan prestasi. Sinetron 17+ yang baru hadir temani pemirsa SCTV tidak lebih dari dua minggu akhirnya tak ditayangkan lagi.

Sinetron yang dibintangi Latief Sitepu itu mulai Senin, 17 Juli 2021 atau hari ini akan tayang di layanan video streaming Vidio.com. Dipindahnya penayangan sinetron 17+ ke Vidio diumumkan SCTV melalui salah satu postingan terbaru di akun Instagram mereka.

“Ada yang mau pindahan nihhhh… Sinetron 17+ pindah ke Vidio! Fevers, kamu tetap bisa nonton kelanjutan hebohnya persaingan Babeh Jen dan Cang Usni serta kisah cinta segitiga Julia, Taufik, dan Rizal dalam sinteron 17+ hanya di aplikasi Vidio,” tulis akun @sctv.

Baca juga:

Keputusan SCTV untuk menyetop penayangan 17+ hampir bisa dipastikan karena performa rating sinetron tersebut yang terbilang memble. Tayang di slot late prime time pukul 21.55 WIB sejak Kamis, 1 Juli 2021, angka TVR (rating) 17+ tak pernah lebih dari dua.

Pun begitu dengan raihan TVS (share) mereka yang kesulitan untuk sekadar menembus lebih dari 10 persen. Mengutip data laporan rating dan share yang diunggah akun Instagram @dunia_tv dan media Tabloidbintang.com, TVR 17+ hanya di kisaran 1,6-1,7 sementara share 9-10.

Sinetron 17+ SCTV Pindah ke Vidio
Sinetron 17+ SCTV Pindah ke Vidio (Instagram)

Sebagai pembanding, sinetron Amanah Wali 5 RCTI yang tayang berbarengan atau head-to-head dengan 17+ sering mendapatkan raihan share di atas 30. Sedangkan TVR-nya pun juga tak jarang menyentuh angka tujuh, seperti ketika mereka pecahkan rekor terbaiknya di angka 7,6.

Kegagalan 17+ kali ini juga semakin menambah catatan buruk sinetron-sinetron Sinemart bergenre komedi di SCTV yang dibintangi Latief Sitepu. Sebelumnya ada Jangan Panggil Gue Pak Haji dan Orang-orang Kampung Duku yang terbilang gagal juga menarik hati pemirsa TV.

Padahal, Latief Sitepu sebelumnya sukses lewat sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) RCTI, ketika Sinemart belum hijrah ke SCTV. Perat Latief sebagai Haji Muhidin kala itu begitu melekat di hati pemirsa, kalahkan kepopuleran sang tokoh utama Haji Sulam (Mat Solar).

Namun begitu, terlepas dari gagalnya 17+ memikat hati pemirsa TV, tetap tayangnya sinetron tersebut di layanan video streaming setidaknya tak membuat para penggemar terlalu sedih. Pasalnya mereka masih bisa menonton, walau tak melalui media televisi lagi.

Dipindahkannya sinetron dari media televisi ke layanan video streaming juga jadi hal menarik yang bisa saja bakal jadi tren. Sebelumnya stasiun TV lebih sering menamatkan sinetron di tengah jalan atau memindahkannya ke slot tayang dini hari (jam pocong) ketika rating buruk.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan