Sinetron Anak Jalanan RCTI Lecehkan Profesi Wartawan Media Online?

Written by on Mar 27, 2016 -

Intstagram LinkInstagram

Pemain Sinetron Anak Jalanan RCTIPemain Sinetron Anak Jalanan RCTI / Twitter

Setelah beberapa kali mendapat peringatan hingga teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sinetron fenomenal Anak jalanan (AJ) di RCTI kembali terkena masalah. Kali ini bukan KPI yang terlibat ‘masalah’ dengan sinetron AJ, tapi para wartawan yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Media Online (IJO) Surabaya.

Para wartawan memprotes salah satu dialog dalam sinetron AJ yang tayang pada Jumat, 23 Maret 2016 malam. Dalam salah satu adegan sinetron AJ malam itu, terdapat dialog tokoh Alex (Cemal Faruk) dengan seorang wartawan gadungan yang mengaku bekerja di media online.

“Sempat ada dialog Alex yang menanyakan, kapan beritanya muat, lalu si wartawan menjawab, hari ini juga, karena kita media online,” ungkap Achmad Ali, ketua IJO Surabaya, dikutip dari Kompas.com, Minggu, 27 Maret 2016.

Ali menilai dialog tersebut terang-terangan menyiratkan bahwa wartawan, khususnya wartawan media online, sangat mudah disewa untuk membuat berita yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik dengan maksud untuk memfitnah pihak-pihak tertentu.

“Dalam adegan jelas-jelas ada interpretasi yang melecehkan profesi wartawan. Wartawan dalam cerita itu seolah disewa untuk menulis dalam konspirasi fitnah,” terang Ali.

Ali menegaskan bahwa para wartawan itu bekerja dalam koridor atau patuh pada kode etik jurnalistik. Dia meminta pihak RCTI untuk meluruskan pemahaman yang sesat tersebut.

Ali bahkan ingin RCTI segera menghentikan tayangan sinetron yang melambungkan nama Stefan William dan Natasha Wilona itu. “Kami punya kode etik dalam bekerja, karena Itu kami mendesak RCTI untuk meluruskan interpretasi tersebut dan menghentikan sinetron Anak Jalanan,” tutupnya.

Related Posts.

Leave a Reply

Back to top ↑