Sinetron Trans TV Kurang Diminati, MD Entertainment: Harus Sabar

Oleh: - 12 Mei 2017  |

Instagram

Sinetron Bawang Merah Bawang Putih Trans TV
Sinetron Bawang Merah Bawang Putih Trans TV (Youtube)

Sejak hijrah dari MNCTV ke Trans TV pada awal tahun 2017 silam, rumah produksi MD Entertainment merilis beberapa sinetron baru. Sayang, sinetron-sinetron terbaru mereka di Trans TV gagal merebut hati pemirsa TV tanah air.

Sejauh ini, sinetron-sinetron MD Entertainment di Trans TV terbilang gagal total, mulai dari Bawang Merah Bawang Putih, Harapan Cinta, hingga Nathan dan Nadia. Padahal, secara kualitas pemain, sinetron-sinetron itu dihuni oleh nama-nama besar, seperti Prilly Latuconsina dan Hengky Kurniawan.

Terhitung sejak awal bulan Mei 2017 ini, sinetron-sinetron tersebut telah ditamatkan Trans TV. Menyikapi hal itu, Manoj Punjabi sang pemilik MD Entertainment menyebut sinetron-sinetronnya belum dapat momentum sehingga gagal merebut hati pemirsa TV.

Baca juga:

“Kalau mau sesuatu memang tidak gampang. Yang penting gini, TV kalau mau reform harus sabar. Saya sih orangnya tahu bisa naikan TV, tinggal timing-nya aja,” ungkap Manoj saat dijumpai di MD Place, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, 8 Mei 2017 silam.

Manoj tetap optimis kerja sama MD Entertainment dan Trans TV ke depannya bisa membuahkan hasil yang manis asal keduanya mau bersabar. “Kalau Trans sabar, kita bisa sabar, saya yakin kita bisa,” ujarnya, dikutip dari Kapanlagi.com, Jumat, 12 Mei 2017.

Keponakan produser beken Raam Punjabi itu mengaku tidak panik mendapati kegagalan tiga sinetron unggulannya. Manoj tidak menyerah untuk terus mencari setrategi jitu untuk membaca selera pemirsa TV tanah air.

“Bungkusnya sinetron bagi saya masalah mental aja, kita nggak bisa panik. Tinggal strategi barunya mau apa, mau ke mana, series macam apa yang bisa ditelan pemirsa Trans,” katanya.

Meski optimis, Manoj tak membantah bahwa keberhasilan MD Entertainment membuat film-film sukses bukan jaminan bakal bisa meraih hasil serupa di dunia TV. Menurutnya, memproduksi sebuah sinetron itu harus punya sebuah formula yang ampuh.

“Karena bagi saya nggak gampang kasih pemirsa ini, harus dengan waktu. Kalau bikin film box office MD sudah buktikan. Kalau masuk ke TV susah-susah gampang. TV harus cari satu killer content,” pungkasnya.

Berita Terkait.

1 Komentar

  1. dwi karyani
    3 April 2018 @ 09:20:54

    Bkn kurang sukses tp krn klau dikmpung sprt kmi siaran transtv jrg dpat krn kterbatasan parabola,,,klau satelit palapa dpt satelit yg lain gak n bgtu jg sblikny jd lnjutkn sj sinetronny,,,

    Reply

Tinggalkan Balasan