Stefan William Bicara Nilai-Nilai Positif Sinetron Anak Jalanan RCTI

Written by on Mar 28, 2016 - Twitter Email
Stefan WilliamStefan William / Instagram

Advertisements

Sejak akhir tahun 2015 silam hingga sekarang, sinetron Anak Jalanan (AJ) RCTI masih menjadi sinetron paling sukses di Indonesia. Meski begitu, kritikan serta hujatan tak henti-hentinya menghaampiri sinetron AJ, meski sinetron tersebut telah melakukan perbaikan dari hari ke hari.

Pemain utama sinetron AJ, Stefan Wiliam, menilai wajar saja bila sampai saat ini sinetron AJ masih dihujani kritik. Menurutnya, tidak semua orang bisa dipaksa untuk suka dengan sinetron AJ. Meski ada perbaikan terus menerus di sinetron AJ, orang yang terlanjur benci (hater) akan terus mengkritik atau menghujat.

“Tanggapan sih, biasa aja. Pasti kan ada orang yang enggak suka,” ungkap Stefan, dikutip dari Tabloidbintang.com, Senin, 28 Maret 2016.

Walau sadar bahwa sinetron AJ punya banyak hater, namun Stefan yakin bahwa jumlah fans sinetron AJ pasti lebih banyak dari jumlah hater. Hal itu terbukti dengan performa sinetron Aj yang hingga sekarang masih tak tergoyahkan di peringkat satu rating televisi. “Dan terbukti kok banyak yang nonton,” ujarnya.

Advertisements

Sinetron AJ, lanjut Stefan, tidak hanya tentang balapan motor atau perseteruan antar geng motor, sinetron Aj juga menampilkan nilai-nilai kemanusiaan yang positif. Tak hanya itu, sinetron AJ pun beberapa kali menayangkan adegan yang sarat akan muatan pendidikan.

“Banyak sisi positifnya juga kok, kayak bakti sosial, salat, ibadah, membantu orang yang susah. Itu juga ada adegan olimpiade Matematika, sekolah. Mendidik kok. Kan banyak yang suka, berarti ini mendidik,” terangnya.

Terkait adegan perkelahian (fighting) di sinetron AJ, Stefan berkilah bahwa adegan fighting di sinetron AJ tidak melulu soal kekerasan, karena adegan perkelahian di sinetron AJ untuk menolong orang. “Bukan cuma berantem aja, kok. Kita berantem karena menolong orang. Itu positif,” tutupnya.

Advertisements

Related Post

Berikan Komentar

Back to top ↑